Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sosial. Tampilkan semua postingan

Senin, 16 Januari 2012

BERIKAN BANYAK PUJIAN DAN ANAK AKAN MENJADI HEBAT

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perilaku orangtua dalam mendidik sejak dini ternyata berkorelasi langsung dengan sikap, pribadi buah hati di masa mendatang. Jika salah melakukan pengasuhan, yang terjadi justru anak mempunyai sifat atau sikap negatif. Lalu bagaimana mendidik anak yang tepat sehingga menjadi anak hebat (incredible).

Tak ada sekolah khusus untuk menjadi orangtua. Tetapi, orangtua tetap perlu belajar menerapkan pola pengasuhan yang positif pada anak agar dapat membentuk karakter positif anak di masa depan.

Hanny Muchtar Darta dari EI Parenting Consultant saat talkshow "Pentingnya Kecukupan Asupan Vitamin & Mineral Agar Anak Incredible" yang digelar oleh Scott's Multivitamin di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, mengungkap beberapa tips ataupun trik yang bisa menjadi rujukan:

1. Berkomunikasilah secara positif
Orangtua harus mempunyai persepsi bahwa anak itu unik dan mempunyai perbedaan dibandingkan anak yang lainnya. Jadi orangtua harus mempunyai kemampuan untuk membangun bakat yang dimiliki dengan cara yang positif. Kalau ibu ingin anaknya belajar bukan bilangnya "Jangan malas-malas". Tapi akan lebih baik jika mengatakan "Ayo dong semangat belajar".

2. Hindari membandingkan dengan adik, kakaknya atau dengan anak lain.
Jangan membandingkan dengan yang lain, tapi bandingkan dengan kemajuan yang diperoleh buah hati. Jangan mengatakan "Kakak kamu lebih hebat atau kakak kamu lebih rajin belajarnya, jadi kamu harus seperti dia dong. Harusnya "Loh kamu kemarin nilai Matematika dan Bahasa Inggris nilai kurang, seharusnya nanti harus lebih baik".

3. Dorong anak untuk ikut kompetisi.
Anak yang berusia 5-8 tahun lagi senang-senangnya berkompetisi karena dari segi kognotifnya lagi senang-senangnya untuk menunjukkan kebisaannya dan kemampuan yang dimilikinya. Tapi kalau sudah 12 tahun keinginan untuk berkompetisi turun. Jadi kalau ingin membentuk anak yang hebat, ajaklah berkompetisi sejak kecil.

4. Hindari memotong pembicaraan.
Seringkali dilakukan orangtua yang tidak sabar mendengarkan dan selalalu menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah mendengarkan terlebih dahulu dengan penuh perhatian. Anak juga ingin dihargai pendapatnya. Jika ini dilakukan bisa melatih anak berani mengemukakan pendapat, atau gagasan yang dimilikinya.

5. Fokus pada tujuan
Terkadang orangtua asal memerintahkan. Misalnya, mengatakan jangan lupa baju olahragamu dibawa pulang atau mengatakan jangan malu bertanya nanti sesat di jalan. Lebih baik mengatakan, "Kalau berani bertanya, itu tanda anak cerdas,". Jadi bicaranya lebih positif sehingga membuat anak menjadi terinspirasi.

6. Memberikan banyak pujian, tentunya di tempat dan waktu yang tepat
Terlalu banyak waktu Anda yang terbuang jika hanya mengkritik sikap buruk buah hati. Sebaliknya, Anda jadi kekurangan waktu untuk memberinya pujian atas sikap positifnya. Ada kalanya, sesekali Anda perlu mengucapkan, "Mama senang, lho, lihat kamu membereskan mainan dan menyimpannya di tempat semula."

7. Berikan pelukan, belaian, dan ciuman
Biasakan memeluk buah hati hingga 12 kali sehari. Tujuannya supaya ia merasakan adanya kedekatan, kehangatan sehingga mampu membangun ikatan emosional yang baik disamping anak akan merasa diterima dan didukung oleh orangtuanya.

8. Membangun aturan sederhana.
Melatih kedisiplinan bisa dilakukan dengan membangun rutinitas misalnya: jam makan, jam tidur, makan pada tempat yang benar, dan lain sebagainya. Ini akan melatih anak hidup secara disiplin. Meski demikian, sebagai orangtua harus memberikan contoh melakukan kedisiplinan. Jangan terus dilanggar.

9. Hindari untuk bicara dengan anak ketika sedang mengalami emosi negatif
Belajarlah untuk memaklumi hal-hal yang bisa memicu anak kesal dan jengkel. Umumnya, perasaan tidak nyaman ini dialami anak-anak saat dia sedang kelelahan, saat Anda terlalu menuntutnya berbuat lebih, saat dia lapar, dan saat dia sakit. Minimalisasi kondisi-kondisi yang membuatnya tidak nyaman ini untuk mengurangi kejengkelan pada anak.


by DEZH

Sabtu, 03 September 2011

MENGAPA RAJA ARAB SAUDI DIBERI GELAR DOKTOR OLEH UI??

Terkadang kita memang tidak tau diri dan tidak bisa berterima kasih









Quote:









Orang kita kadang suka kurang kerjaan jadi aja suka bikin-bikin kerjaan yang enggak jelas misalnya memprotes pemberian gelar Doktor kepada Raja Abdullah.Mereka menilai Universitas Indonesia tidak mempunya kepekaan.Di mana tidak sedikit TKW yang di siksa di Saudi, eh,ini malah rajanya dapet gelar Doktor ? Gitu kira-kira alasannya…Tapi tahukah mereka apa yang telah sedang dan akan di lakukan oleh raja Saudi ?







Seperti belum lama ini tepatnya hari sabtu kemaren raja Saudi telah mengutus delegasi ke Somalia.Delegasi tersebut di pimpin langsung oleh pangeran Al-Waleed Bin Talal ( salah seorang manusia paling kaya sejagad ) beliau mengatakan ” sangat senang bisa berada di mogadishu tapi sekaligus sangat sedih melihat tragedi kemanusiaan yang terjadi ”… Delegasi ini mempelajari secara seksama bantuan apa yang paling di butuhkan oleh Somalia…di samping itu juga di diskusikan tentang peluang investasi saudi di somalia.







Bantuan Saudi ke Somalia akan terus mengalir selama kondisi somalia belum membaik ini berarti pemerintah Saudi memilki komitmen yang tinggi…bukan kali ini saja pemerintah Saudi di bawah raja Abdullah memberikan bantuan…hampir di setiap negara yang terkena musibah pemerintah Saudi selalu membantu.tapi enggak kayak kita-kita yang maunya kalo membantu harus masuk TV ..tampa banyak publikasi raja-raja Arab sudah banyak berbuat …



Tidak jauh berbeda dengan apa yang di lakukan raja Abdullah,Sheikh Mohammed juga sangat peduli dengan nasib somalia..beliau mengkampanyekannya kepada rakyat UEA ..bank-dan yayasan-yayasan sosial pun siap menerima dan menyalurkan bantuan.sampai saat ini Dubai Islamic Bank masih membuka rekening selain itu ada Dar Al-Bir Society dan Sharjah Charity Association.







Sayangnya media kita jarang memberitakan hal ini yang sampai di kita hanyalah berita-berita tentang bagaimana TKI di siksa bagaimana pemerintah Saudi seperti tidak punya hati.Semuanya di ekspos siang dan malam sehingga dalam benak kita yang terbayang adalah betapa kejamnya orang-orang Arab ,betapa tidak pedulinya raja Arab…Akhi,saat ini kita sedang dalam keadaan perang opini..segala cara di lakukan agar tujuan tercapai,siapa yang menguasai media merekalah yang akan juara..







Repotnya orang-orang yang bekerja di LSM-LSM enggak jelas suka banget mamfaatin isu-isu yang berkaitan dengan raja Saudi dan mereka tambah beringas dan panas ketika menyaksikan Universitas terbaik Indonesia menganugerahkan gelar Doktor, sehingga dengan semangatnya ngajak-ngajak orang untuk melakukan protes…apakah mereka tidak faham bahwa semua keputusan yang di ambil UI pasti telah di pikirkan secara matang…mengenai apakah pantas raja Saudi menerima gelar doktor tersebut ??? Saya sendiri berpendapat ,beliau emang pantas..


Perlu saya tambahkan disini, bagaimana nasib TKI kita di luar negeri mau baik, jangankan melindungi yang diluar negeri, TKI yang pulang ke tanah air saja pemerintah dan polisi kita tidak mampu melindungi bagaimana mereka di peras oleh aparaat, preman setelah pulang ke tanah air, kita masih sibuk dengan kejelekan diluar negeri, pernahkah terpikir sama kita bagaimana bangsa kita memperlakukan dan memeras saudara kita sendiri yang sudah pulang ketanah air itu yang tidak pernah kita sadari, jadi kita selalu terbawa dengan euforia pemberitaan media yang cenderung hanya mencari popularitas tanpa peduli akar permasalahannya

sekarang kembali ke kita

dari berbagai sumber

sumber DISINI




by DEZH

Lintas Berita

Selamat datang di blog kami, anda adalah pengunjung yang ke

SELAMAT DATANG diwilayah

INFORMATIKA, KESEHATAN, JURNAL ILMIAH,
PENGEMBANGAN DIRI, MOTIVASI, DESA KEDATON